Gunadarma

ug

Sabtu, 09 Januari 2016

DAFTAR KASUS BENTROK ANGGOTA TNI DAN POLRI

Daftar Bentrok Anggota TNI-Polri


Daftar Bentrok Anggota TNI-Polri
Warga menyaksikan terbakarnya Mapolres OKU setelah serangan oknum TNI AD, di Kota Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumsel, Kamis (7/3). (ANTARA/Ho)
 Belum reda kasus penembakan empat anggota TNI dari Yonif 134 Tuah Sakti (TS) Bukit Barisan Kepulauan Riau (Kepri) oleh anggota Brimob Polda Kepri, September 2014 lalu, kini muncul lagi kasus serupa yang juga melibatkan anggota TNI-Brimob di Kepri.

Kejadian itu bermula ketika dua anggota Yonif-134 berpangkat Pratu dan Praka bertemu dua anggota Brimob di kios bensin eceran di jalan Trans Barelang, Kecamatan Sagulum, Batam, Rabu, 19 November 2014. Awal bentrokan diduga akibat permasalahan saling pandang.

Dua anggota TNI dan dua anggota Brimob itu kemudian terlibat adu mulut, tapi berhasil didamaikan dan situasi sempat mereda. Namun setelah kembali ke satuan masing-masing, anggota TNI justru memprovokasi rekan-rekannya.

Tak beberapa lama, puluhan anggota Yonif-134 menyerang markas Satbrimob Polda Kepri dengan melempari kayu dan batu yang menyebabkan kaca bagian depan Barak Teratai pecah, namun tak menimbulkan korban jiwa.

Setelah aksi penyerangan terdengar suara tembakan dari arah Mako Brimob. Situasi di sekitar lokasi pun semakin mencekam. Hingga Rabu malam, kedua belah pihak terlibat baku tembak.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Tedjo Edhy Purdijatno langsung memastikan insiden bentrok yang terjadi antara anggota TNI dan Brimob Polda Kepri sudah mereda.

Sebagai tindak lanjutnya, dia telah memerintahkan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Sutarman untuk langsung ke Batam.

"KSAD di sana dia lewat Singapura, dan Kapolri juga sudah di Batam. Dua-duanya sudah saya perintahkan untuk konsolidasi dengan satuan masing-masing," kata Tedjo di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 20 November 2014.

Tedjo mengatakan, insiden bentrok yang kembali terjadi antara TNI-Polri di Batam ini merupakan buntut dari insiden bentrok personil Brimob Polda Kepri dan anggota Yonif 134 Tuah Sakti (TS) Kepulauan Riau (Kepri) pada September 2014 lalu. Bentrokan saat itu menyebabkan empat anggota TNI ditembak oleh aparat Brimob.

Sebagaimana diketahui, bentrok anggota TNI-Polri memang bukan pertama kali terjadi. Sejak institusi TNI dipisahkan dari Polri pada tahun 1999 tercatat beberapa kali bentrokan terjadi antara keduanya.

Upaya damai dari pimpinan dua instansi bukannya tak pernah dilakukan. Namun, bentrok kembali terjadi. Berikut beberapa bentrokan maupun insiden saling serang yang terjadi antara anggota TNI-Polisi:

1. Batam, 21 September 2014

Empat anggota Yonif 134 Tuah Sakti (TS) Kepulauan Riau (Kepri) ditembak personel Brimob yang tengah membantu penggerebekan gudang penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar oleh Diskrimsus Polda Kepri. Empat personel TNI itu mengalami luka tembak di bagian kaki.

Kejadian itu bermula ketika Pratu Ari Kusdiyanto, anggota Kesehatan Kompi Markas Yonif 134/TS dan Prada Hari Sulistiyo, anggota Kompi Bantuan Yonif 134/TS, yang baru selesai melaksanakan apel malam di Yonif 134/TS pulang dengan melintasi lokasi tempat penggerebakan BBM di depan perumahan Cipta Asri.

Pada saat yang bersamaan anggota Polda dan Brimobda Kepri melakukan penembakan ke arah tanah di depan perumahan Cipta Asri yang-- kelihatannya tidak disengaja-- mengenai Pratu Ari Kusdianto dan Prada Hari Sulistyo.

Kemudian sekitar pukul 21.45 WIB, Praka Eka Basri, anggota Kompi A Yonif 134/TS, yang sedang menuju Simpang Tembesi untuk membelikan makan istrinya, juga tidak bersenjata. Melihat dua rekannya berada di kantor polisi dan menderita luka tembak.

Karena penjelasan dari anggota Brimob kurang jelas, terjadi keributan mulut hingga pengeroyokan dan pemukulan dengan gitar terhadap Praka Eka Basri oleh anggota Brimob.

Sekitar pukul 21.50 WIB, Pratu Eko Syahputra, anggota Kompi Markas Yonif 134/TS, mendapat telepon dari kawannya tentang insiden keributan di depan Mako Brimob. Pratu Eko yang tidak bersenjata yang ingin mengetahui kejadian sebenarnya menuju depan Mako Brimob.

Namun setibanya di depan Mako Brimob, sebelum mengetahui apa yang terjadi, yang bersangkutan juga ditembak oleh anggota Brimob.

Kejadian memanas, sekitar pukul 22.10 WIB, Pratu KS. Marpaung, anggota Provost Kompi A, Yonif 134/TS, yang mendapat laporan tentang insiden tersebut segera menuju depan Mako Brimobda Kepri di Jalan Trans Barelang Tembesi Batu Aji Batam bersama satu anggotanya.

Setibanya di depan Mako Brimob Kepri, Pratu KS Marpaung mendapati Praka Eka Basri yang bersimbah darah di bagian wajah. Pratu KS Marpaung kemudian menyampaikan kepada anggota brimob bahwa praka Eka Basri adalah anggota Yonif 134/TS. Namun anggota Brimob itu tidak mempedulikan dan membawa Praka Eka Basri ke dalam Mako Brimob.

Berselang 10 menit, Lettu Inf Irham Irawan, Pasi Intel Yonif 134/TS tiba di depan Mako Brimobda Kepri dan menyampaikan pada Wakasat Brimobda Kepri bahwa kedatangannya untuk menjemput anggotanya yang ditahan di Brimobda Kepri, dia kemudian mendengar suara letusan senjata dari dalam Mako Brimobda Kepri.

Lettu Inf Irham Irawan, Pasi Intel Yonif 134/TS mendesak Wakasat Brimob untuk membawa Praka Eka Basri keluar dari Mako Brimob. Saat dibawa keluar oleh anggota Brimob dengan kondisi kepala berlumuran darah dan kaki sudah ditembak.

2. Karawang, 19 Oktober 2013

Sejumlah anggota TNI AD dari Batalion 305 bentrok dengan anggota Brimob Den B Cikole, Karawang, Jawa Barat, Selasa 19 November 2013. Kabar itu dibenarkan oleh Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan Polri, Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Rukhman Ahmad saat dihubungi wartawan mengatakan tengah menyelidiki kasus bentrokan yang terjadi antara Brimob Den B Cikole dengan Batalion 305 tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, bentrokan TNI dan Polri itu terjadi tadi di depan Mega Mall Karawang, Jawa Barat, sekitar pukul 10.30 WIB. Akibat insiden itu, kantor Pemda Karawang dan pos polisi rusak. Selain itu, sejumlah mobil patroli dan sepeda motor milik anggota Polres Karawang dirusak oleh puluhan personel TNI dari kesatuan 305 Teluk Jambe.

3. Depok, 18 Oktober 2013

Entah apa pemicunya, semalam, dua kelompok oknum aparat terlibat bentrok di sebuah rumah karaoke di Depok Jawa Barat. Akibat kasus ini, tiga orang terluka akibat kena tusukan benda tajam, Jumat, 18 Oktober 2013.

Berdasarkan data yang dihimpun , kejadian berawal ketika korban, yang merupakan dua anggota Brimob Satuan Gegana, masing-masing W dan S tengah memesan minum di lobi kafe dekat kasir di area Karoke Venus Kafe Detos, sekitar pukul 22.30 WIB.

Entah apa alasannya, tiba-tiba keduanya diserang oleh empat orang yang diduga oknum TNI. Korban berhasil kabur setelah terluka. Tak terima, kedua korban mengadu ke sejumlah temannya yang saat itu sedang bernyanyi di kafe tersebut, tepatnya di room 6.

Kesal, sejumlah rekan korban akhirnya menyerang balik. Kedua kelompok ini pun akhirnya terlibat bentrok hingga ke luar lobi. Satu anggota TNI Divisi 1 Kostrad Cilodong, C terluka akibat keributan ini.

Para korban saat ini menjalani perawatan di dua rumah sakit berbeda. Kasusnya kini ditangani kesatuan masing-masing. "Kami belum tahu apa motifnya," kata Wakapolresta Depok AKBP Irwan kepada wartawan.

4. Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, 7 Maret 2013

Sebanyak 90 prajurit TNI menyerang Markas Polres OKU di Sumatera Selatan. Mereka juga merusak dua pos polisi, satu pos sub sektor, dan beberapa kendaraan bermotor. Dalam kejadian ini, empat anggota polisi dari Polres OKU luka-luka.

Insiden ini dipicu penembakan oleh Brigadir Bintara Wijaya, seorang anggota Polres OKU, terhadap Pratu Heru Oktavianus, prajurit TNI dari Batalyon Armed 15 OKU pada 27 Januari 2013. Heru tewas.
Akibat penyerbuan ini, bangunan markas polres itu rusak 80 persen karena terbakar. Pelaku penyerbuan kemudian di sidang secara militer.

5. Gorontalo, 22 April 2012

Satu anggota Kostrad, Prada Firman Baso, tewas saat empat anggota Kostrad terlibat keributan dengan anggota Brimob Gorontalo, Minggu 22 April 2012. Dia meninggal Kamis dinihari sekitar pukul 05.00 Wita setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dr. Aloe saboe Kota Gorontalo.

Prada Firman tertembak di bagian bahu tembus ke bagian paru-paru. Meskipun upaya maksimal telah dilakukan dokter,  tapi nyawa prajurit itu gagal diselamatkan.

Kejadian itu bermula ketika Brimob berpatroli pada Sabtu 21 April 2012, pukul 23.30 waktu setempat di kawasan Limboto.

"Mereka dilempari batu dan botol oleh sekelompok orang yang tidak dikenal, sehingga dua anggota terluka," kata Taufik, Minggu 22 April 2012.

6. Makassar, 24 November 2010

Aparat kepolisian Makassar yang sedianya melakukan pengamanan dalam pertandingan PSM Makassar melawan Persiwa Wamena, Rabu, 24 November 2010, justru terlibat dalam aksi keributan.

Tidak tanggung-tanggung, kepolisian dari Samapta Polrestabes Makassar terlibat bentrok sebanyak dua kali, yakni dengan TNI dan supporter PSM Makassar.

Keributan pertama terjadi sekitar pukul 20.30 Wita di halaman Stadion Andi Mattalatta, Makassar. Puluhan polisi dan TNI saat terlibat keributan, bahkan suara tembakan mewarnai keributan tersebut.

Informasi yang beredar, bentrokan tersebut berawal dari salah satu pintu VIP Stadion Andi Mattalatta. Saat itu kepolisian ingin memasukkan anggotanya ke stadion untuk menonton PSM. Namun anggota TNI dari satuan Batalyon Kavaleri tidak mengizinkan anggota polisi tersebut masuk ke stadion. Akibatnya, polisi marah dan terlibat baku pukul dengan anggota TNI tersebut.

Insiden tersebut kemudian meluas hingga melibatkan puluhan personel dari dua pihak. Beberapa kali suara tembakan bahkan terdengar ketika bentrokan terjadi. Akibat bentrokan tersebut, dua orang dilaporkan terluka dan dilarikan ke RS. Salah satunya adalah seorang anggota TNI yang terluka dibagian pelipis kiri.

Keributan tersebut mereda sekitar 30 menit kemudian. Sekitar 15 menit pasca keributan dengan TNI, kepolisian kemudian terlibat bentrok dengan ratusan suporter PSM Makassar. Kedua pihak bahkan terlibat saling lempar dengan menggunakan batu, bambu dan kayu. Tidak diketahui penyebab terjadinya bentrokan tersebut.

Untuk menenangkan suporter, polisi dari Samapta Polrestabes Makassar dibantu satuan pengamanan dari Brimob Polda Sulsel mengeluarkan tembakan gas airmata. Bahkan satu unit mobil watercanon didatangkan untuk menghalau para suporter.

Akibat keributan tersebut, sejumlah fasilitas stadion rusak. Paling parah adalah sejumlah kaca-kaca pintu stadion Andi Mattalatta pecah karena terkena kayu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar